lagi-lagi saya harus jadi saksi yang saya sangat tidak saya .. ah bahkan mendengarnya pun bikin saya mau muntah
sudahlah, jauhkan dari saya, jauhkan
lagi-lagi saya harus jadi saksi yang saya sangat tidak saya .. ah bahkan mendengarnya pun bikin saya mau muntah
sudahlah, jauhkan dari saya, jauhkan
So ceritanya gini…
19.03.2008 08.00 pagi-pagi dengan berita hangat yang menghangatkan telinga saya
diawali dengan rencana mendadak dari de’boss yg tiba-tiba mau hiking di long week end, maka berbondong-bondonglah orang-orang yang penasaran dengan lembah kahung yang konon sangat populer itu, dan bagi saya sendiri ini adalah perjalanan yang ke empat kali ke sana, ah seperti apa sih tempat yang sering dibangga-banggakan para pencinta alam disini itu ? dan rencananya jum’at sore anggota perjalanan yang ngedaptar mau ikut udeh ngumpul untuk diangkut ke dermaga, heh dermaga?
21.03.2008 03.00 dengan semangat 93 saya pun minta anter little brother ke starting point yang disepakati, depan kantor ! setelah beberapa jam sebelumnya ngejahit sepatu yang solnya sudah menguap dan melambai dengan indahnya, trus packing, dan check… amunisi alias something buat isi perut in de journey entar, sleeping bag, matras, raincoat, celana dalem, senter etc.. dirasa mencukupi dan cukup dijejali dalam satu daypack aje, jadinya gak usah pake carrier, rencananya emang gak nginep di lembah .. ah sayangnya..
21.03.2008 04.00 berangkat juga, setelah ngumpulin anggota rombongan, check, about 50 persons, dimasupin dalam 2 bis, dan syalala ..berangkat…
21.03.2008 04.30 setelah melewati jalan yang amburadul minta ampun, njut-njutan sana sini, – kok bisa-bisanya yah betah liat jalanan kaya ngene nelongsone, disini jalanan buat segala jenis kendaraan bermotor, dan mayoritas truk yang muatannya gila-gilaan, disamping kanan jalan bukit-bukit yang menganga akibat tambang batu gunung itu sebabnya, gunungnya rusak, kalo ujan seperti sekarang apalagi tambah becek dan jalanan semakin hancur.. sampai kapan yah? .. eniwei akhirnya sampai di dermaga yang ada di sisi danau buatan alias bendungan riam kanan, sumber plta di kampung saya, tanpa menunggu lama muatan di bis pindah semuanya ke kapal-kapal yang sudah nongkrong nungguin penumpangnya, terutama saya tentunya, dan anggota ternyata nambah lagi, plus camat dan kepala polsek setempat beserta anak buahnya…wih rame pisan jadinya.. dan tak lama setelah loading kapal pun ebrangkat, ini bukan kapal besar, tapi kapal motor yang alat transportasi utama bagi masyarakat sekitar bendungan, karena kampung-kampung disekitar bendugnan setelah dilelepin alias ditenggelamin setelah pembangunan plta jadi tersebar dengan jarak yang masing-masing relatif berjauhan, dan salah satunya adalah desa belangian yang akan dituju sebagai tempat nginep dua hari ke depan,dan waktu normal yang biasa di tempuh untuk kesana adalah sekitar 2 jam, hmm menyusuri pinggiran danau yang sering ngejumpain kampung-kampung yang terpencar dan sering juga ngeliat sapi or kerbau masyarakat sono yang dilepas begitu saja lagi nyari makan, dan kebiasaan disini orang-orang kalau naek kapal lebih seneng nongkrong di atapnya kapal daripada duduk tenang dalam palka seperti saya, jadinya serasa lowong… alesannya di atas banyak angin..
21.03.2008 06.00 ternyata setengah jam lebih cepat sudah sampai di desa belangian, tempat ini biasa jadi transit bagi anak-anak, terutama para mahasiswa yang ngaku cinta alam dan kadang turis asing, sebelum ngelanjutin perjalanan ke tempat utama yang biasa di tuju, lembah kahung itu ! dann.. kita-kita disambut mesra sama kades dan penghuni kampung, makan malem, ngobrol sembari istirahat nyiapin tenaga buat esok harinya, all night long..
22.03.2008 06.00 selamat pagi, pagi,.. subuh sudah terlewati semua ngumpul lagi, rencananya berangkat jam segini, dan nyatanya seperti biasanya..
22.03.2008 07.00 akhirnya semua terkumpul lagi, jarang-jarang sebanyak ini, 50-an orang akhirnya melangkahkan kaki-kakinya, real journey begin.. tak begitu lama berjalan sampai ujung kampung yang dihadang oleh aliran sungai yang cukup deras cuz beberapa hari terakhir memang hujan begitu giat-giatnya, dan jembatan yang baru dibangun tahun 2004 ternyata sudah hancur diterjang derasnya luapan air beberapa tahun yang lalu, ah untung masih ada rakit bambu, jadinya gak perlu nyeberang secara manual alias menyingsingkan celana tinggi2 seperti beberapa waktu lalu saya kesini, setelah menyeberang mata disuguhi pemandangan jalur yang akan dituju, perbukitan dan kebun-kebun penduduk desa, ya disini banyak yang berkebun kacang tanah, selain menggembala sapi or kerbau itu.. jalanan masih lumayan landai tapi beberapa orang sudah mulai terengah-engah, sobat. dan jalur pertama lebih banyak menyusuri pinggiran kebun yang masih banyak ditumbuhi belukar dan ilalang yang sudah tinggi-tinggi, tapi terus saja, dan shelter pertama sudah terlewati tadi..
22.03.2008 08.00 setelah nyaris satu jam tiba di twin shelter, disebut ngono soalnya shelternya kembar identik alias dibangun dengan model yang sama dan berdekatan, istirahat sebentar karena ternyata baru 4 orang yang sampai sebagai leader.. rombongan laen masih di belakang, dan saat semak-semak yang tebalnya minta ampun mulai terlihat bergerak-gerak, lalu sosok orang2 mulai tiba, the leader pun mulai bergerak lagi, memasuki hutan lindung yang masih asli sli sli.. tanjakan mulai terasa.. ah semoga gak ada yang berniat busuk nebangin segelintir kayu-kayu yang tersisa disini, kalau hutan ini pun dijarah, apalagi yang bisa di banggain disini?
22.03.2008 09.30 dua setengah jam berjalan _inilah yang banyak ditanyain sebelum perjalanan dimulai : ada angkutan gak kesana? ah pertanyaan yang aneh_ ya angkutan satu-satunya adalah your own feet, disini toh asiknya, dan voila.. came at simpang 3 kahung river.. inilah simpang tiga sungai kahung yang legendaris itu, letaknya tepat di lembah, hutannya asli, udaranya sejuk, aernya dingin, musik alamnya masih nyaman untuk dinikmati, dan biasanya disini lah camp dibangun untuk bermalam barang sejenak, tapi kali ini rencananya sehabis sampe aer terjun langsung turun dan balik kampung, hmm kebayang dah.. dan sampe sini baru sekitar sepuluh orang yang keliatan, masing-masing langsung melepas pakaian luar sisa daleman hehe.. toh cuma ada satu wanita yang ikut dan itupun belum sampai, tenang aje, sebagian nyuci kaos n sepatu seadanya, ada yang sempet2-nya mandi, ada yang ngemil dengan cueknya (saya tuh!
), dan ngecek pacet yang sudah ada sebagian mampir di kaki beberapa orang.. heran sudah ada pacet, padahal baru sampe sini, gak biasanya, mungkin karena ujan ye..
22.03.2008 10.00 berberes2 lagi dan menuju transit selanjutnya sebelum ke air terjun utama,.. dan dua jam jalan kaki lagi, menerobos tropical rain forest yang dikagumi turis2 itu, sejuknya hutan lumayan meredam panas kepala, kaki dan badan saya yang lama gak jalan jauh..
22.03.2008 12.00 in cemara shelter with some blood sucker..
cemara shelter, gitu orang disini nyebutnya.. shelter terakhir yang bisa ditemui,.. ditengah jalan tadi sempet2-nya tersentuh jelatang, semacam perdu beracun yang ampun panasnya kalo terkena kulit, untung cuma sedikit, dan lagi-lagi pacet yang semakin banyak nempel.. pas dicek di shelter, ada beberapa menggeliat2 di kaos kaki, sepatu dan ada yang sudah sukses ngisep darah saya di kaki, begitu juga dengan yang laen, masing-masing sibuk ngelepasin pacet.. yuck..
22.03.2008 14.00 d cemara dikasi tahu kalo sampe aer terjun cuma ½ jam, ya setengah jam, sodara2.. dan semangatlah saya, dan rasanya tidak ada lagi jalan yang agak landai, menukik eh menanjak terus dan teruus, dan jalur pendakiannya pun sudah banyak yang ketutup sama pohon tumbang , kepaksa memutar untuk kembali ke jalur yang benar, kurang lebih tiga kali pohon bikin bingung saya, padahal sudah kebantu sama jejak yang ditinggalkan sama anak-anak piranha ’06 sama jejak dari anak2 Atpn kayaknya, dan setengah jam terlewati tanpa mencapai apa-apa kecuali masih menapaki jalur sempit berbatu disisi jurang yang belom keliatan ujungnya, satu jam berlalu, belum juga terlihat, yang ada hanya gemuruh air sungai di sisi kanan nun jauh di bawah sono, satu setengah jam belom ada tanda-tanda juga dan saya mulai istighfar hehehe, finally setelah dua jam –ah ½ jam yang gombal mbal mbel- we can reach this waterfall… dan… bener2 mantep sodara, sungguh 7 jam yang gak sia-sia, ah peduli amat kalo saya begitu lambat yah, inipun sudah masuk rombongan kedua setelah leader yang sampai titik akhir tujuan kali ini. seraya menikmati air terjun cemara besar yang pecah sempurna itu, membereskan pacet-pacet yang gak bosen2nya ngikut.. nikmatilah.. nikmatilah…
22.03.2008 14.30 dan Cuma setengah jam, suddenly down the hill again… belum ilang waktu ngelurusin kaki, makan minum seadanya, musti turun lagi, ah busyet.. ya sudahlah, kali ini perjalanan cukup cepat dua kali berangkat, soalnya nurun aje, tinggal kaki yang lompat lampit ngerem pontang panting, untung gak sampe kenape kenape.. dan
22.03.2008 16.00 came to kahung river again… istirahat sejenak dua jenak saja, sudah sore, daripada kemaleman dijalanan, mending dikebut lagi sajah, ayo berangkat lagii.. saya mutusin untuk langsung ke belangian lagi, sementara beberapa yang lain memilih untuk singgah sebentar ke shelter kembar lagi, dan ternyata ada yang kram kakinya disana, perjalanan kali ini memang lumayan lebih berat dibanding sebelum2nya, biasanya kita camping di lembah, istirahat dua malem disono, baru balik, lah kali ini langsung dikebut sehari jadi, aje gile aje.. dan tinggal saya sendirian tertatih sendirian pulang.. pulang… !
22.03.2008 18.15 came to belangian village again. akhirnya datang juga…. Fiuhh
22.03.2008 23.00 pimpinan rombongan maksa kalo malem ini juga musti balik, heh? Akhirnya sebagian besar langsung packing lagi, loading ke kapal motor lagi, dan malem-malem yang bertolak belakang dengan saat pertama kali sampai, kali ini sunyi senyap, hanya deru motor kapal yang membelah danau saja lagi yang merajai malam, dan sampai dermaga about 01.00 am, bis yang diminta menanti pun sudah gak ada, sudah balik katanye, bosen kali menunggu kelamaan rombongan dengan rencana gila ini hehe
22.03.2008 03.00 setelah menunggu 2 jam, akhirnya dapet angkutan juga, itupun setelah nelpon kantor untuk ngirim truck, sampe martapura jam 3 subuh, saya milih tidur di kantor untuk pulang ke rumah besok paginya, ….
ah usai juga target perjalanan kali ini, so long buddy..
entah keberapa kali sudah saya nonton film yang menarik ini, sekarang sudah ada sequelnya yg ke empat, thriller tentang tipikal penjahat cerdas yang sebenernya tidak bisa dikatakan berbuat jahat.
bayangkan saja jika diminta memilih antara nyawa dan salah satu bagian tubuh kita yang harus dikorbankan.
jadi unsurnya adalah darah, waktu, mind, ur own thinking, dan keyakinan tentunya.
yang penting kan action-nya… sekarang masih aja berbusa-busa ngomongin mimpi.. *eneg*
mengutip kata-kata (siapa yah, lupa), yang mantep kalo ngerjain sesuatu itu tuh efektif, efisien, dan efek-nya dahsyat
ada yang pernah liat acara televisi yang satu ini? belum? mirip sama acara tolooooong di sctv dulu, ceritanya ada someone minta tolong ama orang2 sekeliling dengan permintaan tolong yang rada2 aneh kadang. dan tiba2 semua orang seperti miskin saat dimintai tol0ng, banyak yang bilang : lagi gak punya uang !
dan kalo ada yg nulung, duit yang dikasiin bakal dganti 10 x lipat, ah menarik kan?
tapi saya lebih seneng ngeliat saat-saat ngeliat orang yang nolak nulungin itu, hmm jadi bikin ngaca diri sendiri, bung !
= banjarbaruisme? apa pula itu, mak? berhubung saya cinta sama kota sekaligus kampung saya ini beserta pernak-pernik dan atributnya, maka saya bikin sendiri istilah itu.
kota kecil ini kalo mau dimirip2in (dan bisa-bisanya saya) mungkin kalo dipulau jawa sono ya kayak di jakarte kali ye, maksutnya penghuninya berikut geal-geolnya. jarang ada yang namanya penduduk asli sini, rata-rata pendatang semua, coba saja tanya sama orang sini kalo gak percaya .. dan sekarang alih-alih make bahasa banjar yang notabene bahasa asli n gaul disini, sekarang -terutama anak muda- lebih menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa sehari-harinya, terkecuali saya tentunya, karena saya sudah tidak muda lagi kan hehe..
dan namanya juga banjarbaru, jadi banjar yang baru, melengkapi 2 banjar yang sudahada disini : banjarmasin dan banjar thok.
kata mujarab bernama ‘narsis’ itu sering dikait-kaitkan dengan semena-mena dengan orang yang sewring bersinggungan dengan thing bernama internet dan hwakaradahnya.. katanya terkait dengan bloggers juga (ini katanya loh, tanpa survey mendalam)
tapi saya berfikir agak aneh saat ada kesempatan berjalan-jalan dari bagian barat sampai bagian timur pulau jawa nun di seberang lautan itu, ada apa gerangan? ah rupanya ada beberapa orang yang dengan jumawa punya keyakinan bias membangun suatu daerah kea rah yang lebih baik daris ekarang *lagi2 katanya tanpa survey yang mendalam*.
dan begitulah, nyaris sepanjang jalan dipadati, dipenuhi dan di geromboli oleh bentangan spanduk, tempelan-tempelan stiker dan plakat-plakat, himbauan pengumuman dan sejenisnya, dan di semuanya ada terpampang *rata2* sepasang wajah yang tidak saya kenal sama sekali, dan kemungkinan besar di daerah itu sendiri hanya sedikit yang kenal dengan tampang-tampang jumawa itu.
coba, hebat kan, nempel-nempel foto sendiri disana-sini dengan yakinnya, apa tampang masih bisa meyakinkan ? meskipun itu semua semcaam iklan _buat diri sendiri-, tetep saja very very narcissm..
dan sampai saya kembali pulang ke kampoeng tercinta ini pun, hoalah.. banyak juga yang nyebar foto sana sini di sepanjang jalan. ah..
artinya, bisa-bisa kita saja dalam menempatkan alam fikiran kita jika terbentuk suatu fikiran tentang fikiran tertentu.
dan evertyhing just depends on our mind..
selain posting, chatting, pasti semua sempet juga nengok berita negeri tercinta ini barang sejenak dua jenak.. gak sempet? ah alesan yg terlalu itu..
seminggu terakhir ini, nyaris semua media rame dan saling diisi berita tentang orang yang katanya kurang gizi kelaperan dan meninggal karena itu. dan lagi-lagi saya hanya bisa merutuk, kemana saja pak RT, pak Lurah, pak Camat, Bupati, Gubernur dan semua tetangga deket2 situ? sampai ada ibu ama anaknya sekaligus pensiun dari muka bumi ini. dan ujung-ujungnya semuanya seperti biasa selalu merasa paling tidak bersalah sambil mengais-ngais alesan sampah disana-sini.
saya hanya punya rasa bersalah kalau makan siang malah nekat nambah nasi, sementara inget masih banyak yang boro-boro bisa makan siang, ada yg tiga hari hanya minum aer..
kemana kata-kata gemah ripah loh jinawi itu? negeri yg katanya makmur itu kenapa semakin cuma bagus di permukaan tapi rontok didalem?
apa sekarang semua hidup hanya untuk memikirkan dirinya sendiri? dan semua begitu yakin bisa hidup tanpa siapa-siapa? dan hidup bukan untuk siapa-siapa..
ah, terlalu banyak kenapa siang ini, sementara saya terlintas lapar saya dan mereka lagi
pegang sono senggol sini,
pandang situ pandang sono
tabrak sini nyrocot sana.
lalu dimanakah saya harus meletakkan kaki ini ?