guru
apa yang terbayang di benak kalian saat mengingat satu kata itu ?
seseorang yang tersenyum hangat dan memberi pelajaran serta mendengarkan dengan sabar celotehan anak-anaknya ? ..ataukah seseorang yang galak, yang membikin seisi kelas mendadak hening saat memasuki ruang kelas..
seseorang yang selalu menyempatkan waktu bagaimanapun cuaca hari itu untuk tiba menjalankan kewajibannya memberi sesuatu yang baru dan belum diketahui, walaupun yang dikasih tahu kadang terkantuk-kantuk saat menjelang siang .. ataukah seseorang peduli dengan hak para muridnya untuk mendapatkan waktu, perhatian dari tempat selain rumah ?
seseorang yang berjalan kaki, menaiki sepeda motor, naik angkot hanya untuk menghampiri anak-anaknya yang kadang tidak peduli bagaimana dia berusaha untuk selalu bertemu kala saatnya datang dengan berusaha meninggalkan semua keruwetan masalah -masalah yang melilitnya, sementara ada sebagian siswa yang tidak peduli dengan semua ‘bagaimana‘ itu…
seseorang dengan senyum di hadapan anak-anaknya yang bandelnya minta ampun…
bagaimanapun seseorang itu di dalam hati kalian, dalam otak kalian, dalam perasaan kalian,,..
sampai kapanpun. seseorang itu tetap menyandang satu kata itu …
terbetik menulis ini bukan semata-mata karena tulisan ini, tapi karena auk lagi memang inget dengan mereka..
About this entry
You’re currently reading “guru,” an entry on di samping meja saya
- Published:
- July 16, 2008 / 6:12 am
- Category:
- warmorning
- Tags:
8 Comments
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]