dekade kita

‘memandanglah selalu ke depan, tapi jangan lupa untuk sesekali menengok ke belakang’ ~inarays, 2007

17 maret, sepuluh taon yg lalu ..
dua pasang kaki itu kembali melangkah, tanpa terasa lelah. dan ada sepasang senyum di situ, semuanya sepasang.
‘mau kemana lagi, nih?’ lelaki itu menoleh kesampingnya, dimana sosok manis yang hampir seminggu setia menemani menapaki jalannya.
‘maunya kemana?’, sambil terus berjalan pelan.
‘yah, malah balik nanya, ini kan kampungnya lo, jalanan lo’ sambil tersenyum lagi, tak habis2 nya.
‘ye, apa hubungannya?, nyantai aja dulu, katanya kan pengen jalan, jadinya ya jalan aja dulu’
‘yang penting kan deket kitanya’, gadis itu nambahin sendiri dalam hatinya.
dan sepanjang hari itu tak terputus juga. sampai hujan sore hari yang sejenak menghentikan langkah mereka.
ya, sepuluh taon yang lalu di kota hujan.


About this entry