sepenggal catatan perjalanan

seperti tak ada lelahnya, roda milik motornya yang terus berputar, menapaki dingin milik aspal, malam sudah larut memang.
melaju sedang ke arah luar kota. di tiga-tiga gas sedikit diturunkan, membelok ke kanan, lalu seperti tersentak. seakan tidak peduli dengan sunyi di sekitarnya, motor itu meraung, melaju kencang.
terus sampai akhirnya kembali pelan dan benar-benar berhenti di mulut komplek itu.
sejenak tampak dia ragu, dingin makin merajai gelapnya malam, bulan hanya muncul seiris.
perlu lima menit untuk menyadarkan pemuda itu dari alam pikirnya sendiri, seperti juga malam-malam sebelumnya.
dia menghela napasnya, yang terasa sangat berat.
kembali dia harus merasakan kenyataan, kalau yang dicarinya tidak akan ada di situ.
“…………”, lirih saja suaranya terdengar.
motor berbalik ke arah dia datang, berputar kencang..


About this entry