met jalan, pak

walaupun banyak yg menghujat, menuntut, memaki, teriak2… bisakah untuk memundukkan wajah sebentar, lupakan yg pahit sejenak, ingat yg baik2 sebentar, lalu do’akan beliau smoga lapang ‘disana’..

bagaimanapun kita pernah hidup di era kepemimpinannya, bernafas di jamannya.

cukup ingat senyumnya, sejenak saja..

*dan kenapa kita kadang merasa lebih hebat dari Sang Pencipta Dunia yang Maha Pemaaf…*

slamat jalan, pak..

-sebuah catatan untuk sang presiden Indonesia, presiden saya dulu_


About this entry