untuk sang peneriak

yang mengusik waktu-waktu merenung saya adalah orang-orang yang merasa lebih baik dari sekelilingnya, jauh dari membandingkan dengan orang lain, menata dan mendalami dirinya sendiri saja sering megap-megap.  sekuat hati meyakinkan orang akan apa yang ia yakini benar, sementara untuk memahami dirinya sendirinya saja sulit.

tangan terkepal ke atas untuk sesuatu yang tidak jelas, teriak-teriak yang hanya bergaung kalau ada maunya .

ah, sudahlah, coba sejenak ganti kepalan tangan dengan tadahan tangan untuk yang terbaik bagi semua, bukan untuk segelintir golongan.

sedetik teriakan gantikan dengan gumaman do’a, juga untuk semua,

cobalah untuk lebih berfikir, kawan..


About this entry