bandjarbaroeisme

= banjarbaruisme? apa pula itu, mak? berhubung saya cinta sama kota sekaligus kampung saya ini beserta pernak-pernik dan atributnya, maka saya bikin sendiri istilah itu.

kota kecil ini kalo mau dimirip2in (dan bisa-bisanya saya) mungkin kalo dipulau jawa sono ya kayak di jakarte kali ye, maksutnya penghuninya berikut geal-geolnya. jarang ada yang namanya penduduk asli sini, rata-rata pendatang semua, coba saja tanya sama orang sini kalo gak percaya .. dan sekarang alih-alih make bahasa banjar yang notabene bahasa asli n gaul disini, sekarang -terutama anak muda- lebih menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa sehari-harinya, terkecuali saya tentunya, karena saya sudah tidak muda lagi kan hehe..

dan namanya juga banjarbaru, jadi banjar yang baru, melengkapi 2 banjar yang sudahada disini : banjarmasin dan banjar thok.


About this entry